Menu Tutup

KEKAR Sukses Mengadakan Maulid Nabi SAW 1446 H Sekalian Ajang Update Data Anggota

Masyarakat perantau Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang di Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang terhimpun di dalam Kerukunan Keluarga Aceh Rayeuk (KEKAR) mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Gedung B, BPSDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan pada hari Minggu 1 Desember 2024, bertepatan 29 Jumadil Awwal 1446 H.  

Sebagai tradisi yang mengakar kuat di masyarakat Aceh, acara Maulid dihadiri oleh ratusan masyarakat dan tokoh Aceh di ibukota negara tersebut. Nampak hadir Jenderal (Purn) H. Fachrul Razi, S.I.P., S.H., M.H., Wakil Panglima ABRI dan Menteri Agama periode 2019-2020, Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp.N(K), Direktur RSPON, Prof. Dr. Sharifuddin Husein, MAK., Ketua Dewan Mufakat KEKAR, Dr. Surya Darma, ketua Majelis Adat Aceh Perwakilan Jakarta, dan Ir. Iskandar Zamzami, M. Eng., mewakili ketua PP Taman Iskandar Muda (TIM) 2022-2026.

Maulid menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi hal-hal terkait dengan kemaslahatan warga KEKAR dan masyarakat Aceh secara umum. Dalam sambutannya, ketua umum KEKAR, Ir. Sanusi Hasyim, MM., menyampaikan pentingnya KEKAR sebagai wadah silaturahmi masyarakat Aceh di rantau. Untuk menunjang silaturahim berkelajutan, pengurus KEKAR akan memperkuat data warga KEKAR yang terupdate dengan menyiapkan formulir warga KEKAR yang dapat diakses di kekar.org/anggota. Data ini nantinya berguna untuk mengetahui jumlah sebenarnnya warga KEKAR diperantauan, dapat mengirimkan undangan/informasi, ajang silaturahim, rencana buat kartu/nomor anggota, berbagi bantuan, dan sebagainya.

“Kami harap warga asal Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang di perantauan bisa mengisi formulir di link kekar.org/anggota, cukup 1 menit saja, tidak lama”

ujar Sanusi Hasyim

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Aceh Rayeuk (KEKAR), Sanusi Hasyim, saat menyampaikan sambutannya

Hal tersebut diperkuat oleh Prof. Dr. Sharifuddin Husen yang mengupas tentang sejarah Aceh Rayeuk yang secara historis mencakup wilayah yang sekarang Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang, sehingga diharapkan hubungan masyarakat dari daerah tersebut dapat terjalin dengan baik dan tidak tercerai-berai.

Ir. Iskandar Zamzami yang mewakili ketua umum PPTIM, menjelaskan program kerja TIM periode 2022-2026 yang antara lain mengingat warga Aceh sudah cukup banyak dan lama bermukim di Jabodetabekten bahkan sudah beranak-cucu, dibutuhkan tanah pemakaman yang representatif di area Jabodetabekten, alhamdulillah sudah terealisasi di barat (Serang), di timur (Citereup) dalam proses dan Selatan dalam perencanaan. PPTIM menghimbau KEKAR untuk mendaftarkan anggota yang kurang mampu ke BPJS, hingga peningkatan perlindungan hukum bagi anggota.

Ketua MAA perwakilan Jakarta menyebutkan sakralnya peringatan maulid bagi masyarakat Aceh di mana pun mereka berada. Hal ini dapat dilihat dari diaspora masyarakat Aceh global seperti di Kanada, Amerika, Swedia, Ausralia, dan Malaysia yang rutin merayakan mo’lod di daerah tempat tinggal mereka.  

Ceramah maulid disampaikan oleh Tgk. Nasrullah MS, beliau menekankan pentingnya pribadi Rasulullah SAW dijadikan sebagai rujukan akhlak atau attitude mulia bagi muslim. Maulid perlu dijadikan sebagai penyemangat dan kebanggaan Aceh yang telah terbukti secara historis menjadi penguat dalam perang melawan kolonial penjajah. Intisari maulid diantaranya supaya ummat Islam selalu mengingat dan bershalawat kepada Rasulullah, jangan melanggar larangan Rasulullah, menuntut ilmu dan muslim harus mampu dari segi ekonomi, mampu bersedekah dan berbuat untuk agama.   

Para tokoh Aceh Rayeuk menikmati hidangan

Acara maulid digunakan oleh masyarakat Aceh untuk menikmati kuliner khas Aceh Rayeuk seperti kuah beulangong Aceh rayeuk, rujak Aceh, burung punai goreng dan kepala ikan khas medan baru, kopi Aceh, roti sele khas Samahani. Kuah beulangong dimasak oleh tim dari Keluarga Masyarakat Aceh Besar (KEMAB), yang menjuarai lomba festivasl kuah beulangong 2 kali berturut-turut di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Makanan Aceh lainnya ikut tersedia dalam “Kanduri Mo’lod” sebagai bentuk gotong royong sumbangan dari segenap masyarakat perantau KEKAR. Pantun-pantun jenaka yang disampaikan oleh Master Ceremony, Muzackir Mahmud, menambah keceriaan acara Maulid.

M. Zaki Jamaluddin, Ketua Panitia mengatakan kemeriahan acara Maulid KEKAR menjadi momen pengobat kerinduan masyarakat Aceh di ibukota Jakarta dan sekitarnya seperti perayaan maulid di kampung halaman.


Berita Maulid 1446 H yang diadakan oleh KEKAR juga sudah ditayangkan di media lain, diantaranya: