Menu Tutup

KeKAR Gelar Peringatan Maulid Nabi ﷺ , Angkat Tema Keteladanan Akhlak Rasulullah

Jakarta — Kerukunan Keluarga Aceh Rayeuk (KeKAR) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 1447 H/2025 M pada Ahad, 16 November 2025 di Gedung B, BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Selatan. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Landasan Kehidupan yang Berkah.”

Peringatan Maulid ini dihadiri ratusan jamaah, tokoh masyarakat Aceh di Jabodetabek, para pengurus KeKAR, serta tamu undangan dari berbagai lembaga. Acara dibuka dengan pemutaran shalawat dan pra-acara, dilanjutkan tilawah ayat suci Al-Qur’an oleh Qariah Affa Mazaya Iskandar, serta pembacaan shalawat bersama.

Ketua Panitia Pelaksana, Aulia Zefriansyah, ST., MM., M.ScIB. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperteguh komitmen umat dalam meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid bukan hanya seremoni, tetapi ruang untuk menguatkan kembali hubungan kita dengan ajaran Nabi dan menerapkan akhlaknya dalam rumah tangga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KeKAR, Ir. Sanoesi Hasyim, MM., menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antarwarga Aceh perantauan melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Maulid.
“KeKAR hadir untuk mempersatukan warga Aceh, dan momentum Maulid ini memperkuat identitas, tradisi, sekaligus memperdalam kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Peringatan Maulid juga turut dihadiri Ketua Dewan Mufakat KeKAR Prof. Dr. Sharifuddin Husen, M.Ak., M.Si., Ak.CA., Dirjen Bina Adwil Kemendagri Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari, mantan bupati Aceh Besar Sayuthi Is, Ketua Umum Pengurus Pusat TIM (PPTIM) Ir. H. Muslim Armas, Wakil Ketua Umum PPTIM Ir. Iskandar Zamzami, Dipl.Eng., MT., serta banyak tokoh lainnya.

Puncak acara diisi ceramah agama oleh Ustadz Farhan Jaafar, yang menyampaikan tausiyah bertema hikmah Maulid dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
“Akhlak Nabi adalah cahaya. Jika itu kita bawa dalam perilaku sehari-hari, insyaAllah hidup menjadi lebih tenang, damai, dan bermakna,” tuturnya.

Acara ditutup dengan doa, pembacaan hamdalah, serta ramah tamah dan makan bersama. Panitia juga menyediakan waktu bagi tamu VIP dan undangan untuk bersilaturahmi dan berfoto bersama sebelum jamaah kembali ke masjid untuk melaksanakan salat Zuhur.

Ketua Panitia menegaskan bahwa KeKAR akan terus menghadirkan kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Aceh perantauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *